Hari ini gue rada-rada bimbang gitu, kalo bahasa anak Gahol nya ya gue itu lagi GALAU.
Galau karena apa? banyak deh yang bikin gue galau. Tapi galau tak bisa menghentikan orang untuk tetap berkarya kan? #Sik Asiiikkk
Pada postingan kali ini, gue bakal membagikan Puisi Galau ala Hoshi yap gue sendiri. Tema nya gak jauh-jauh dari kehidupan remaja ya. Tapi buat mbak/kakak/bapak/ibu/om/tante yang udah ngerasa tua nih, gak salah kok tetap lanjut baca postingan ini. Toh sambilan kan mengenang masa-masa muda dulu wkwkwk
Puisi ini sebenarnya aslinya bukan untuk koleksi puisi gue, melainkan untuk diletakkan di cerpen yang gue coba buat. Jadi puisi ini mengikuti alur dari cerpen gue sendiri, tapi berhubungan cerpen ini dibuat berdasarkan kisah cinta gue yang sesungguhnya (yaaa 90 % la ya, 10 % dari cerita adalah karangan alias fiksi) maka dari itu puisi ini pun sebenarnya memang berasal dari perasaan dalam hati gue :p
Tanpa banyak bacot lagi, nih dah puisi nya.
Bagaimana rasa nya jatuh cinta?
Apakah ketika aku tak bisa menyingkarkannya dari ingatanku
sudah bisa dibilang cinta?
Aku tak mengerti kenapa ada orang yang dengan mudahnya
mengatakan ia jatuh cinta
Apa orang itu sudah tahu apa itu cinta sesungguhnya?
Entahlah
Aku sungguh tak mengerti Tuhan
Aku bingung
Dalam pikiranku selalu ada dirinya
Aku bahkan tak bisa menghapusnya dari rekaman hidupku
Aku gundah Tuhan
Sungguh
Apa aku begitu bodoh
Hingga harus terus teringat tentang seseorang yang bahkan tak
mau dekat denganku
Segitu bodohnya aku
Mencintai seseorang yang sudah pasti tidak akan membalas
cintaku?
Kalo ad mending lo ambil kertas, pena, terus tulis dah tuh tentang apa yang lo rasain.
Beberapa tahun kemudian kalo lo udah berhasil menemukan cinta lo yang sesungguhnya (meski gak sama cowok yg lo suka saat ini), lo bisa liat lagi tulisan lo itu. Dan liat reaksi apa yang lo keluarkan saat membacanya :D
Thx for visiting. guys ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar dan saran? Silahkan... ^_^